Jumat, 10 Juni 2016

Hujan Membawa Cerita

Langit tertutup gerombolan awan abu-abu, pertanda hujan deras akan tiba. Tet.. tet.. bel pulang berbunyi. Namun aku dan 3 orang temanku masih ada tugas sekolah yang harus diselesaikan hari ini.
“Astaga aku lupa aku ada janji mengantarkan Agung ke toko buku hari ini,” ucapku kaget. Aku benar-benar lupa jika aku punya janji dengan teman dekatku, Agung.
“Loh kamu kenapa tidak bilang dari tadi? tugas kita gimana?” jawab Ayu dengan nada sedikit cemas.
“Aku lupa, maaf,” ucapku.
“Baiklah kamu pergi saja dengan Agung, kalau sudah cepat ke sini,” lanjut Ninda.
Ponselku berbunyi tiada henti, rupanya Agung sudah menungguku. Ku buka sms yang isinya.
‘Risti, aku sudah di depan sekolah, kamu di mana?’ tanpa ku balas pesan itu aku langsung lari ke luar sekolah. Ternyata Agung sudah menungguku.
“Maaf, aku terlambat. Aku tadi harus mengerjakan tugas sekolahku,” ucapku dengan napas terengah-engah.
“Gak masalah, ayo langsung naik,” balas Agung sambil memakai helm berwarna merah miliknya. Kami pun berangkat ke toko buku. Sepanjang perjalanan, ku pandangi jalan raya dan trotoar yang sepi, tidak seperti biasanya. Sambil ku lihat langit yang semakin lama semakin menggelap. Aku khawatir akan turun hujan karena aku tahu, Agung tidak pernah membawa jas hujan saat pergi ke mana-mana.
“Ayo turun kita sudah sampai,” pinta Agung. Aku pun kaget karena kita sampai di Taman kota bukan di toko buku.
“Loh kok ke sini? katanya kita ke toko buku,” jawabku dengan heran.
“Ke toko bukunya nanti dulu, kita duduk-duduk aja dulu,” jawab Agung.
“Tugasku di sekolah nungguin aku, masa iya aku malah nyantai di sini.” ucapku dengan kesal.
Agung langsung memegang tanganku, aku pun kaget dan terdiam. Ternyata dia menembakku pada waktu itu. Ah bagaimana mungkin. Aku tidak bisa menjawab apa-apa. Aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku terhadap Agung. Belum sempat aku menjawab perasaan Agung, titik-titik air mulai turun, semakin lama semakin cepat dan semakin banyak. Ya tepatnya hujan yang semakin lama semakin deras. Agung pun mengajakku berteduh. Selama berteduh dia tidak membahas masalah yang tadi, mungkin dia mengerti apa yang aku rasakan tadi. Kami pun berbincang-bincang sambil bergurau. Tidak terasa kami terjebak hujan hampir satu jam.
“Sudah agak reda, antarkan aku kembali ke sekolah Gung, teman-temanku menunggu,” pintaku.
“Baiklah Risti, ayo kita pulang.” jawabnya sambil menggandeng tanganku.
Selama perjalanan pulang kami saling membisu. Aku sangat kedinginan karena hujan masih belum reda. Sesampai di sekolah ku lihat ternyata teman-temanku menunggu di depan sekolah. Setelah Agung pamit pulang, aku menghampiri mereka.
“Kalian menungguku di sini?” ucapku.
“Tentu saja, kami khawatir denganmu,” jawab Ria.
“Benarkah, kalian baik sekali,” ucapku.
“Bagaimana tidak, hujan sangat deras. Dan kamu pergi dengan Agung,” jawab Ninda.
“Kami tidak ingin kamu kehujanan lalu sakit.” lanjut Ayu.
Tanpa membalas ucapan mereka, aku langsung memeluk mereka. Kami pun langsung pulang karena takut hujan deras turun lagi. Aku bercerita tentang Agung yang menembakku tadi. Mereka menyuruhku untuk menerima Agung karena mereka mengerti perasaanku. Ternyata mereka sangat menyayangiku, aku bahagia punya sahabat seperti mereka. Dan Agung kini menjadi kekasihku.
Cerpen Karangan: Deasy Dwi Cristianti

Ruang Tunggu Pelabuhan

Pelabuhan Soekarno – Hatta, begitulah namanya. Salah satu pelabuhan yang berada di kawasan Indonesia Timur. Walaupun nama yang digunkan untuk menunjuk pada pelabuhan ini adalah dua tokoh proklamator Indonesia, namun warga lokal lebih mengenal Pelabuhan yang berdiri sejak Zaman Hindia-Belanda ini dengan sebutan Pelabuhan Makassar.
“Jadi bagaimana menurutmu Kota Makassar?” tanyaku pada sosok gadis yang sedak duduk di sampingku, sedang asik menunggu kapal yang akan bersandar di pelabuhan ini.
“yah menyenangkan, baru kali ini saya menginjakkan kaki di Kota Makassar, seru dan keren abis” sahut Dwi Ari Wulaningsih, sahabatku yang kukenal sejak beberapa tahun lalu.
Pertemuanku dengan Dwi Ari Wulaningsih berawal ketika sama-sama tergabung dalam Organisasi berskala Nasional. Saat itu sedang diadakan Kongres Nasional di Surabaya dalam rangka memilih pengurus baru, saat itu saya menjabat Juru Bicara di Pengurus Pusat sedangkan Dwi menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sunda Kecil (sebutan untuk Wilayah Kerja yang meliputi NTB, NTT dan Bali).
“Syukurlah kamu senang, hitung-hitung ini balasan buat kamu ketika saya berkunjung ke Bali” sejenak ia tersenyum kepadaku akupun demikian membalas senyuman yang tersungging di wajah cantik nan manis itu.
Sesaat kami memandangi matahari yang mulai terbenam di ufuk barat, di horizon sana perlahan-lahan terlihat KM Dobonsolo yang Dwi Ari akan tumpangi menuju Tanjung Perak Surabaya.
“satu lagi yang membuatku kagum akan Kota Makassar, yaitu panorama sunset yang indah terlebih lagi di Pantai Losari” sahut Dwi dan kemudian mengambil kamera DSLR di kopernya, sesaat ia menangkap pemandangan jingga keemasan di Horizon Barat, sebuah perpaduan gradasi warna dari Jingga, Jingga Keemasan, Merah Temaram hingga Biru Keunguan menghiasai setiap sudut layar Kamera Dwi, sebuah pemanadangan yang indah dan mendamaikan.
Beberapa kali kami melihat galeri Kamera Dwi, cukup banyak gambar yang diambil saat melancong ke Kota Makassar, mulai dari Uniknya Benteng Fort Rotterdam, Mistisnya Pekuburan Raja-Raja Tallo, Keramahan Warga Pesisisr Kota Makassar, bahkan ia juga masih menyempatkan mengambil secara diam-diam suasana Temaram Jalan Nusantara. Namun yang paling membuat kami takjub adalah pemandangan Senja di Losari dan dua Sejoli yang saling memadu kasih menatap Matahari Terbenam.
“Hilda menurutmu foto ini yang paling bagus?” tanyanya padaku, aku mengangguk pertanda setuju di antara berjejer gambar atau foto di galeri Kamera DSLR Dwi Arie foto Senja di Losari dan Sepasang Sejoli Memadu Kasih memang yang paling menarik bagiku.
“yah itu bagus, pertama aura romantisme muncul dalam foto ini, berlatar pemandangan indah dan damai Senja di Anjungan Pantai Losari memang menakjubkan sekaligus menghangatkan hati”
“yah memang Losari sangat indah dan Sunsetnya itu loh wuih… menggetarkan jiwa. Tapi Hilda sayang yah ada beberapa Bangunan yang menghalangi keindahan Pantai Losari…”
“Hmm maksudmu bangunan ini…” aku menunjuk sebuah Bangunan Beton yang menjulang di lepas Pantai Makassar, Dwi mengangguk mengiyakan pernyataanku.
“yah memang sih aura keromantisme Losari berkurang karena Proyek Reklamasi Pantai sehingga kita sudah tidak bisa leluasa mendapatkan sudut yang tepat dalam melihat Matahari Terbenam, terhalang Hutan Beton yang menjulang, selain itu karena proyek ini beberapa masyarakat pesisir dan nelayan terkena imbasnya” sahutku kepada Dwi, Dwi hanya tersenyum mendengar ucapanku, memang gadis ini selalu tersenyum dan itulah daya tariknya.
“Hmm kurang lebih mirip lah dengan Kasus Reklamasi di Tanjung Benoa Bali” Dwi sejenak menyandarkan badannya di kursi yang terbuat dari kayu jati.
“yah mungkin bisa dikatakan demikian…” sahutku dan kemudian kami kembali menatap Layar Kamera DSLR itu, nampak sebuah gambar/foto yang menyejukkan hati. Sebuah tangkapan kamera yang memperlihatkan Megah dan Khidmatnya dua bangunan peribadatan berdiri berdampingan. Masjid dan Gereja di Jalan Gagak Kota Makassar.
“kalau saya juga suka foto ini, menunjukkan Toleransi antar ummat beragama di Makassar” sahut Dwi, entah ada suatu arua kedamaian yang terbersit dalam hati ini.
Sejenak kami kembali memerhatikan ruang tunggu Pelabuhan, yah sudah banyak berubah, dahulu ruang tunggu Pelabuhan Makassar semrawut, kotor, dan pengap. Tapi kini berubah 180 derajat, bersih, terturm dan sejuk. Daya tarik dari ruang tunggu pelabuhan ini adalah lukisan-lukisan tanah liat karya pelukis handal Kota Makassar Zaenal Bate, berjejer rapi nan artistik di setiap sudut ruang tunggu pelabuhan.
“oh Iya Hilda kapan-kapan kamu main-main lagi ke Bali, merasakan suasana indahnya Pulau Dewata…?!”
“yah semoga ada kesempatan dapat melancong ke Bali Dwipa Jaya”
Tak terasa Kapal Dobonsolo telah merapat di Pelabuhan Makassar, kami berdua berdiri dan beranjak dari ruang tunggu pelabuhan, berjalan menuju dermaga bersama beberapa penumpang kapal lainnya, beberapa petugas pelabuhan mengecek manifest dan mengarahakan satu persatu penumpang menaiki Kapal Pelni yang cukup besar itu.
“jadi Dwi kamu ke Surabaya dulu lalu ke Bali?” tanyaku kepada Dwi yang berdiri di sampingku.
“iya setelah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, kemudian seharian di Surabaya dulu menginap, lalu melanjutkan penerbangan menuju Bali” sahut Dwi singkat kepadaku.
Dan kami berdua pun saling berjabat tangan dan saling mendoakan masing-masing. Bersama dengan matahari terbenam di ufuk barat, dan sayup-sayup Adzan Maghrib menggema di langit Kota Makassar, saya melepas kepergian salah satu sahabatku, selamat jalan Dwi Arie semoga persahabatan ini tak akan lekang oleh waktu dan tak terpisahkan oleh jarak.
Cerpen Karangan: Ilyas Ibrahim Husain

Kisah Kita

Hai kawan.
Masihkah kalian mengingatku? Mengingat kisah persahabatan kita yang telah kita lalui bersama, bertahun-tahun yang lalu. Persahabatan yang tak hanya penuh canda dan tawa, tetapi juga isak tangis dan derai air mata. Kisah penuh mimpi sederhana, langkah awal menggapai cita-cita. Disertai bumbu-bumbu cinta khas anak remaja. Ah, sepertinya aku telah terseret ke arus nostalgia. Baiklah, biar kuulang sekali lagi segala kenangan yang masih melekat di otakku, serasa baru saja kemarin aku mengalaminya.
Dulu, tiga belas tahun yang lalu, kita berlima bertemu di sebuah SMA, lima siswa baru yang dengan penuh semangat melanjutkan pendidikan dan mengganti seragam putih-biru mereka dengan seragam putih abu-abu, seakan-akan saat-saat memakai seragam itulah yang sedari dulu mereka nantikan. Lima orang asing yang awalnya tak saling mengenal, namun kemudian menyunggingkan senyum satu sama lain. Lalu perkenalan yang tak lagi bisa dielak, ditambah lagi, ternyata kita berlima ditempatkan di satu kelas yang sama. Aku yang pendiam. Hani yang cerewet. Rama yang pemberontak. Bunga yang feminin. Dan Adit yang jahil. Pribadi yang berbeda-beda. Asal dan latar belakang keluarga yang jelas berbeda-beda pula. Namun siapa sangka, justru karena itulah kita bisa bersama, merasa tak lengkap tanpa kehadiran seorang di antara kita berlima.
Lalu peristiwa-peristiwa tak terlupakan itu berlanjut, saat kita bersama menyelesaikan berbagai tugas di ‘markas’ kita –gazebo di belakang rumahku– ditemani buku-buku yang berserakan dan remah-remah kue dimana-mana. Saat kita menertawakan Bunga yang jatuh saat bermain ice skating. Saat kita tersenyum geli melihat Adit yang seolah tak ada habisnya mengerjai Hani. Saat kita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat melihat Rama (lagi-lagi) dikeluarkan dari kelas karena membuat gaduh. Hal-hal kecil yang tak akan bisa kita ulangi lagi, hal-hal kecil yang membuatku merasa bahagia karena bisa merasakannya bersama kalian. Yah, sayangnya, semua yang kita lalui tak hanya kisah bahagia, namun juga kisah-kisah sedih, yang sekarang mulai berkelebat di benakku.
Kau ingat? Saat aku menangis bak anak kecil saat adikku mengalami kecelakaan. Lalu kalian mengelilingiku yang tengah menangis, tanpa mengucap sepatah kata pun. Merasakan kesedihan yang sama denganku. Membuatku merasa lebih baik setelahnya. Lalu saat Hani yang mendadak menjadi pendiam, tak mengeluarkan sepatah kata pun hingga jam istirahat tiba. Hal yang mengkhawatirkan kita, tentu saja. Dan ternyata, malamnya ia bertengkar dengan orangtuanya karena tak ingin kuliah di jurusan yang diinginkan orangtuanya. Juga saat Adit yang tiba-tiba memarahi semua orang, memaki, dan menyumpah-nyumpah. Dan kalian ingat apa penyebabnya? Ya. Seseorang telah merusak kap mobil kesayangannnya hinga penyok tak berbentuk. Ah, saat itu benar-benar kalianlah yang telah menjadi pembangun dinding-dinding pertahanan kami yang mulai runtuh. Membuat kami kembali kuat seperti sedia kala.
Dan, akhirnya tiba saat itu. Saat serbuk ‘cinta’ mulai ditiupkan dan menggelitik rasa. Saat-saat yang membuat segalanya berubah. Menjadi lebih baik, namun juga jauh lebih buruk. Membuat segalanya tak akan sama lagi. Mungkin memang benar. Tak akan pernah ada kata sahabat dalam cinta, begitu juga sebaliknya. Dan mungkin itulah mengapa ‘cinta’ tak seharusnya merasuk ke lingkaran persahabatan. Beberapa orang menganggapku paranoid, tapi, tentu saja, seperti yang telah kuduga, hal itu terjadi. Lingkaran yang tak lagi menjadi sebuah lingkaran yang utuh, entah ujungnya yang putus ataukah membelok, aku tak lagi memerhatikan. Yang ku tau, lingkaran persahabatanku tak lagi utuh.
Kalian ingat saat itu bukan? Tangis konyol karena merasa dikhianati, kepalsuan dibalik sebuah senyum. Ah, masa-masa tanpa tawa dan kebersamaan yang menyakitkan. Lalu perlahan semua mulai menjauh, satu sama lain. Hingga waktunya kita benar-benar berpisah. Berkelana, menjelajahi dunia yang sesungguhnya. Masih dengan keheningan yang menyakitkan. Ah, aku hanya bisa berharap segala kesalahpahaman ini kelak berakhir. Agar kita bisa kembali tertawa bersama. Menangis bersama. Karena sesungguhnya, kisah kita tak seburuk itu. Terlalu banyak kenangan indah yang sayang jika hanya dikubur dalam-dalam, dianggap memori yang tak perlu diingat kembali. Hei teman, ketahuilah, aku merindukan kalian. Merindukan kembalinya tawa di antara kita.
Seseorang yang akan
selalu menjadi temanmu
Cerpen Karangan: Annida Safa Faila

Sahabatku Cintaku

Namaku Ranti aku lahir di keluarga yang bisa dibilang tidak bahagia, karena aku lahir di keluarga yang “Broken Home”. Ya… Kedua orangtuaku telah berpisah sejak aku kecil, dulu aku selalu merasa bahwa tuhan itu tidak adil padaku. Bagaimana tidak sejak kecil saja tuhan sudah tidak berikan aku kebahagiaan. Tapi ternyata aku salah tuhan beri aku kebahagian lewat sosok seorang sahabat, dia bernama yusuf aku sudah mengenalnaya sejak kecil dan kami sudah sangat dekat seperti saudara.
Beranjak dewasa seperti anak gadis lainnya aku mulai mengenal yang namanaya “CINTA”, dulu aku berpikir bahwa yang namanya cinta itu hanya akan hadir di antara dua orang yang tak pernah saling mengenal, namun ternyata pemikiranku itu salah besar. Dulu aku tak pernah membayangkan jika suatu saat aku akan jatuh cinta pada orang yang sudah sangat dekat denganku, apalagi dia adalah sahabatku sendiri. Namun memeng benar kata orang bahwa cinta tak memandang status dan tempat, kata kata itu terjadi dalam kehidupanku sendiri aku merasakan jatuh cinta pertama kali dengan orang yang sudah bersahabat denganku.
Ya… Aku mencinyai yusuf dia cinta pertamaku cobaan berat bagi persahabatan kami saat aku mulai mencintai dia tanpa dia tau bahwa hatiku mencintainya. Namun memang sangat sulit menutupi rasa selama bertahun tahun setelah yusuf pergi bersama kedua orangtuanya untuk pindah ke Sukabumi, meski aku kehilangan kontak dia namun hatiku tetap tak bisa melupakan kenangan bersama yusuf sahabat sekaligus cinta pertamaku.
Tapi banyak pertanyaan yang muncul di benakku karena aku jatuh cinta pada sahabatku setelah sekian lama tak bertemu yusuf akhirnya sang waktu mempertemukan kami lagi. Sekarang aku dan yusuf bisa beremu lagi setelah sekian lama kami berpisah akhirnya kami bisa bertemu dan berhubungan lagi dan saat bertemu dengan yusuf lagi aku bisa mengutarakan perasaanku padanya dan tak ku sangka ternyata dia juga mencintaiku, namun karena yusuf telah bersama orang lain akhirnya kami harus tetap berada di posisi persahabatan dengan rasa cinta.
Padahal aku baru saja mengetahui isi hati yusuf yang sebenarnya tak ku sangka ternyata yusuf juga memiiki rasa yang sama di dalam hatinya seperti apa yang ku rasakan di dalam hatiku, ternyata perasaan ku selama ini terbalaskan ternyata selama ini yusuf juga mencintaiku. Meski aku tak tau sejak kapan dia merasakan rasa itu namun ketika aku mendengar dia berkata bahwa selama ini dia memendam rasa cinta kepadaku aku sangat bahagia.
Dan seperti anak gadis pada umumnya yang baru saja merasakan manisnya cinta yang terbalaskan aku merasa bahagia sangat bahagia, meskipun aku tau hingga saat ini yusuf masih bersa dengan kekasih hatinya di sana meskipun aku merasa sakit ketika mendengar dan menerima kenyataan ini namun aku masih tetap bertahan di sini di situasi yang membuat persahabatan dan cinta yang ku rasakan dan ku jalani saat ini bersama yusuf menjadi rumit.
Karena aku tau jika aku sejak kecil bersamanya sebagai seorang sahabat dan dia yang selalu ada untukku di setiap saat sebagai seorang sahabat membuat kami merasa takut jika saling menyakiti perasaan satu sama lainnya, sama seperti yusuf yang takut mencintai aku dan menyayangi aku lebih dari seorang sahabat karena dia takut melukai hatiku dan menghancurkan perasaanku aku pun demikian aku juga mersa takut jika mencintai dan menyayanginya lebih dari seorang sahabat karena takut menyakiti dan melukai hatinya dan menghancurkan perasaannya dan semua itu karena satu alasan yang sama kami sama sama takut menghancurkan persahabatan kami selama ini. Aku dan yusuf berjanji jika kami akan selalu menyayangi mencintai melindung dan memilik satu sama lain dalam doa dan cinta yang tulus.
Cerpen Karangan: Sarah Aulia

Selasa, 07 Juni 2016

Kebudayaan Asing yang mudah di terima dan sulit diterima

Seiring dengan proses globalisasi 
yang telah masuk dan berkembang di negara kita, 
demikianlah budaya asli indonesiapun sedikit demi sedikit mulai terkikis.

Budaya barat yang telah meraja lelah di negara kita,
membuat penerus anak bangsa tidak lagi tahu menahu tentang budaya mereka sendiri. 
Coba kita bandingkan dan berpikir kembali ke belakang 
betapa nenek moyang kita dengan sekuat tenaga mereka 
tetap memperjuangkan budaya mereka sendiri 
mulai dari bahasa, adat istiadat, religius, sopan santun 
dalam budaya pun sangat di pegang erat oleh mereka....

namun sekarang begitu terlihat dalam kehidupan
kita sehari-hari budaya yang seharusnya harus kita jaga 
kini hanya tinggal bekas jejakan kaki. 

Globalisasi menutup mata kita tentang hal-hal yang
harus kita saring ketika budaya luar masuk.
kita hanya menggunakan dan menerima globalisasi tersebut
tanpa di saring terlebih dahulu.
 
kita tidak melakukan penilaian tentang budaya luar 
yang sekarang makin membuming di indonesia khususnya..... 
ada budaya yang dapat kita terima, ada juga budaya yang semestinya tidak kita terima 
begitu saja.

 oleh krena itu perlu bagi kita untuk  melakukan penyaringan
mana yang harus kita terima dan mana yang tidak..
Beberapa contoh dalam budaya yang dapat diterima oleh kita:
a. Teknologi
- handphone
-computer
-iphone
dan berbagai teknologi yang semestinya kita
terima dan kita gunakan dalam kehidupan.

Ibarat mie gelas yang praktis untuk di konsumsi oleh kita, 
tanpa harus dimasak hanya dengan di sedu menggunakan air panas
mie gelaspun siap di santap begitupun dengan kita generasi muda, 
tanpa berpikir panjang tanpa membuang tenaga 
kita cenderung hanya mau dengan sesuatu yang instan... 

Berikut ini adalah budaya luar yang mudah di terima dan budaya luar yang tidak mudah di terima: 

* kebudayaan asing yang sulit untuk diterima
1. sistem kepercayaan
- ideologi
-falsafah hidup
-nilai-nilai religius
2. Berupa unsur makanan pokok
budaya barat identik dengan roti,kentang, 
yang mungkin bagi negara bagian timur( Indonesia) sangat jarang ditemui. 
Indonesia sangat erat dengan makanan pokok berupa Nasi. 
yang akan membuat tubuh mereka menjadi kuat ketika melaksanakan seluruh aktivitas yang ada.
dibandingkan dengan roti dan kentang, masyarakat Indonesia belum merasa kenyang atau puas ketika perut mereka belum di kenyang oleh nasi.


Budaya asing yang masuk keindonesia menyebabkan multi efek.
Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. 
Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul 
dalam konteks modern dan tidak tradisional 
sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu 
yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. 
Akibatnya terjadi sifat individualisme
semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya.
Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang 
sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata....

*Budaya Asing yang mudah diterima:
berbagai macam budaya asing yang mudah untuk diterima oleh masyarakat indonesia,
diantaranya:
1. contoh berpakain
orang indonesia yang dulu identik dengan pakaian tertutup
identik dengan pakaian batik yang mempesona
sekarang hanya tinggal bekas yang sedikit demi sedikit
akan hilang akibat pengaruh budaya barat.

contoh ini terlihat pada dikalangan para remaja putri
yang cenderung ketika berpakaian
mereka sengaja memperlihatkan bagian tubuh
yang tidak seharusnya di perlihatkan.
merasa ketika mereka menggunakan baju yag terbuka
maka disitulah timbul keseksian dari para wanita.

berbagai macam model baju
yang dibuat oleh para desainer handal yang
mungkin bagi orang Kampung itu merupakan pakaian yang
tidak layak untuk digunakan
( bahasa Gaul  kita, mungkin tuh Baju kurang kain kali ya)

Mengapa demikian?
model baju sekarang ini mengikuti trend barat
yang terlihat sangat seksi.....


bukan hanya terjadi kepada wanita,
pria pun demikian
contohnya sj Model celana yang desainnya mengikuti
model celana para wanita.
( teman-teman pasti tahu celana apa yang saya maksud )

2. Model Rambut

terutama terjadi pada wanita dan Pria.
namun yang akan sayan bahas adalah model rambut para Pria
yang menurut saya Model Rambut Ngak Jelas

( ya sok ngikutin Korea Gitu)

Dampak masuknya budaya asing  di indonesia:
 1. perubahan kebudayaan yang drastis pada masyrakat Indonesia
 2. pembauran kebudayaan,
 3. modernisasi,.
 4. nilai-nilai bangasa Indonesia mulai terkikis


Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. 
Penyaringan Budaya asing masih sangat lemah, penyaringan budaya yang positif maupun yang negatif
oleh sebab itu kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri”, jangan sampai melupakan budaya lama apabila  menemukan budaya baru.

Bahasa Pemrograman dan Sejarahnya (History of Language Program)


     Bagi kebanyakan orang awan yang akan belajar membuat program, atau mahasiswa semester awal pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan bahasa komputer tentunya masih belum terlalu jelas, untuk itu mari kita secara pelan-pelan mengupasnya.
Untuk melaksanakan tugasnya maka komputer akan diperintah oleh sebuah sistem, perintah dasar komputer ini disimpan ke dalam sebuah sistem yang disebut sebagai sistem operasi seperti DOS, Unix, Windows, Linux, Solaris dsb. Perintah-perintah tersebut tentunya menggunakan bahasa mesin yang oleh komputer hanya mengenal angka 1 dan 0 (binary) dimana angka 1 dipresentasikan sebagai sebuah wadah yang mimiliki listrik dan angka 0 tidak memiliki listrik (Tegangan).
Untuk membuat sebuah sistem dikomputer maka diperlukan sebuah alat (tools) yang kita sebut sebagai bahasa pemrograman, jadi yang terlintas dibenak kita saat ini adalah “Alat yang dibuat untuk membuat program (sistem) disebut sebagai bahasa pemrograman”, sehingga Program-Program seperti Macro/Turbo Assembly, Turbo C, Microsft Visual C++, C++ Builder, Microsoft Visual Basic, Delphi dsb digunakan untuk membuat aplikasi bukan sebagai aplikasi untuk mengolah data seperti Microsoft Excel, SPPS dsb.
Atau dapat juga dikatakan bahwa bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan pada komputer untuk melakukan tugas tertentu. Seperti juga bahasa yang digunakan manusia secara umum, bahasa pemrograman banyak sekali jenisnya. Bahasa pemrograman dapat dikelompokkan berdasarkan tingkatan, seperti bahasa tingkat rendah (low Level), bahasa tingkat sedang (Mid Level Language), bahasa tingkat tinggi .
Berikut adalah ringkasan sejarah bahasa pemrorgraman.
Sebelum 1940
Pada jaman ini terdapat bahasa pemrograman yang pertama kali muncul sebelum adanya komputer modern, artinya bahasa pemrograman lebih tua dari komputer itu sendiri. Pada awal kemunculannya, bahasa pemrograman masih dalam bentuk kode-kode bahasa mesin. Bahasa mesin merupakan bahasa yang terdiri atas kode-kode mesin dan hanya dapat diinterpretasikan langsung oleh mesin komputer. Bahasa mesin ini tergolong bahasa tingkat rendah, karena hanya berupa kode 0 dan 1 seperti disampaikan pada bagian atas.
Periode 1940-an

Dengan bahasa mesin ditemukan banyak kesulitan untuk pengembangan dan perbaikan pada program yang dibuat saat itu, Tahun 1940-an komputer bertenaga listrik dibuat, dengan kecepatan yang sangat terbatas dan kapasitas memori yang mencukupi untuk programmer memprogram, kemudian terciptalah bahasa assembly (Assembly language). Bahasa assembly adalah bahasa simbol dari bahasa mesin. Setiap kode bahasa mesin memiliki simbol sendiri dalam bahasa assembly. Misalnya Move untuk memindahkan isi data, ADD untuk penjumlahan, MUL untuk perkalian, SUB untuk pengurangan, dan lain-lain. Penggunaan bahasa Asembly dirasa belum sempurna karena selain sulit untuk diimplementasikan, ternyata bahasa ini juga sulit jika sang programer ingin mengembangkan program buatannya. Pada tahun 1948, Konrad Zuse mempublikasikan sebuah paper tentang bahasa pemrograman miliknya yakni Plankalkül. Bagaimanapun, bahasa tersebut tidak digunakan pada masanya dan terisolasi terhadap perkembangan bahasa pemrograman yang lain. Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang pada masa itu antara lain:
• Plankalkül (Konrad Zuse) – 1943
• ENIAC coding system – 1943
• C-10 – 1949

Periode tahun 1950-an sampai dengan tahun 1960-an

Mulai tahun 1950 dibuatlah bahasa pemrograman modern, yang turun-temurun dan tersebar luas hingga saat ini. Bahasa ini menggunakan istilah atau reserved word yang dekat dengan bahasa manusia seperti READ untuk membaca, WRITE untuk menulis dsb. Dalam perkembangannya Bahasa Tingkat Tinggi juga terdiri dari beberapa metode pemrograman, yaitu Procedural Programing dan Object Oriented Programing. Letak perbedaannya yaitu, jika pada procedural programing program dijalankan dengan menggabungkan variable, procedure-procedure yang saling keterkaitan dan berjalan berurut, sedangkan pada OOP seluruh task dijalankan berdasarkan kedalam object.
• FORTRAN (1955), the “FORmula TRANslator”, ditemukan oleh John W. Backus dll.
• LISP, the “LISt Processor”, ditemukan oleh John McCarthy dll.
• COBOL, the COmmon Bussines Oriented Language, dibuat oleh the Short Range Commitee, dan Grace Hopper berperan sangat besar disini.
Overview:
  • • Regional Assembly Language – 1951
  • • Autocode – 1952
  • • FORTRAN – 1954
  • • FLOW-MATIC – 1955
  • • COMTRAN – 1957
  • • LISP – 1958
  • • ALGOL – 1958
  • • COBOL – 1959
  • • APL – 1962
  • • SIMULA – 1962
  • • BASIC – 1964
  • • PL/I -1964
Periode 1967-1978: Menetapkan Paradigma Fundamental
Periode diantara tahun 60-an sampai dengan 70-an membawa pengaruh yang besar dalam perkembangan bahasa pemrograman. Kebanyakan dari pola bahasa pemrograman yang utama yang saat ini banyak digunakan:
• Simula, ditemukan pada akhir 60-an oleh Nygaard dan Dahl sebagai superset dari Algol 60, merupakan bahasa pemrograman pertama yang didesain untuk mendukun pemrograman berorientasi object.
• C, sebuah tahapan awal dari sistem bahsa pemrograman, yang dikembangkan oleh Dennis Ritchie dan Ken Thompson di Bell Labs antara tahun 1969 dan 1973.
• Smalltalk (pertengahan tahun 70-an) menyajikan desain ground-up yang lengkap dari sebuah bahasa yang berorientasi objek.
• Prolog, didesain pada tahun 1977 oleh Colmerauer, Roussel, and Kowalski, merupakan bahasa pemrograman logika yang pertama.
• ML membangun sebuah sistem polimorfis (ditemukan oleh Robin Miller pada tahun 1973) diatas sebuah Lisp, yang merintis bahasa pemrograman fungsional bertipe statis.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk:
  • • Pascal – 1970
  • • Forth – 1970
  • • C – 1970
  • • Smaltalk – 1972
  • • Prolog – 1972
  • • ML – 1973
  • • SQL – 1978
Periode 1980-an: konsolidasi, modul, performa
1980s adalah tahun dari konsolidasi relatif. C++ dikombinasikan dengan sistem programming dan berorientasi obyek. Pemerintah Amerika Serikat menstandardisasi Ada, sebuah sistem pemrograman yang bertujuan untuk digunakan para kontraktor untuk bertahan. Di Jepang dan di tempat lain, penjumlahan luas yang telah di selidiki disebut” generasi ke lima” bahasa-bahasa yang menyatukan logika pemrograman konstruksi. Masyarakat bahasa fungsional gerak ke standarisasi ML dan Cedal. Dibandingkan dengan menemukan paradigma-paradigma baru, semua pergerakan ini menekuni gagasan-gagasan yang ditemukan di dalam dekade sebelumnya.
However, one important new trend in language design was an increased focus on programming for large-scale systems through the use of modules, or large-scale organizational units of code. Modula, Ada, and ML all developed notable module systems in the 1980s. Module systems were often wedded to generic programming constructs generics being, in essence, parameterized modules (see also parametric polymorphism).
Bagaimanapun, satu kecenderungan baru di dalam disain bahasa adalah satu fokus yang ditingkatkan di pemrograman untuk sistem besar-besaran melalui penggunaan dari modul, atau kesatuan organisasi besar-besaran dari kode. Modula, Ada, dan ML semua sistem modul terkemuka yang dikembangkan pada 1980-an.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk:
  • • Ada – 1983
  • • C++ – 1983
  • • Eiffel – 1985
  • • Perl – 1987
  • • FL (Backus) – 1989
Periode 1990-an: Visual
Pada periode ini bahasa selain berorientasi objek juga sudah dikembangkan berbasi Visual sehingga semakin mudah untuk membuat program aplikasi, diawali oleh Python dan Microsoft Visual Basic 1 pada tahun 1991, Delphi yang dikembangkan dari Pascal for windows akhirnya pada tahun 1997 Visual Basic 5 diluncurkan dengan kemudahan koneksi ke database, OO Cobol sudah ditemukan dalam versi windows. Bagi kebanyakan programmer database tidak dapat dipungkiri bahwa era 1990an merupakan era yang paling produktif semenjak bahasa pemrogrammar diciptakan.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk
  • • Haskel – 1990
  • • Python – 1991
  • • Java – 1991
  • • Ruby – 1993
  • • OO Cobol
  • • Lua – 1993
  • • ANSI Common Lisp – 1994
  • • JavaScript – 1995
  • • PHP – 1995
  • • C# – 2000
  • • JavaFX Scrip, Live Script,
  • • Visual Basic
Periode 2000an hingga tulisan ini dibuat
Pada saat ini ada kecenderungan para vendor bahasa pemrograman untuk menggiring programmer hanya dengan mengggunakan produk mereka untuk membuat program meski kita sadari bahwa sulit rasanya untuk membuat program yang tangguh hanya dengan satu bahasa pemrograman, hal ini tentunya dilakukan dengan tujuan kelangsungan usaha mereka, namun terlepas dari semua itu terdapat dua konsepsi besar dalam periode ini dimana kemudahan berbasis visual sudah mulai digiring ke basis internet dan mobile, dengan bermunculan webservice dan berbasis net dan a mobile flatform.
Konsep pertama yang dicermati adalah konsepsi Microsoft dimana dengan Visual Net akan menyediakan berbagai bahasa pemrograman seperti VB Net , VC++ Net, ASP NET yang di compile dengan berbagai bahasa akan tetapi berjalan pada satu sistem operasi yakni windows. (Compile any program run one system)
Konsepsi Kedua, Merupakan konsep yang terbalik dari konsep pertama yakni apa yang ditawarkan Sun Microsystem melalui produknya Java, J2ME, JDK, yakni dicompile dengan satu bahasa pemrograman (java) dan berjalan dibanyak sistem operasi. (Compile one program running any system)
Selain itu periode ini juga merupakan jamannya CMS (Content Manajemen System), lompatan pengembangan PHP Script begitu cepat, dimana untuk membuat website atau portal telah tersedia banyak template, Banyak modul-modul yang siap pakai sehingga programmer atau webmaster tidak perlu lagi mempelajari semua script html dan bahasanya, tinggal merangkai modul yang tersedia sehingga dalam beberapa hari saja sebuah web sudah dapat dibuat. Apa yang ditawarkan Mambo, PhkNuke dan Jomla saat ini sangat memudahkan para desainer web.
Beberapa bahasa pemrograman yang berkembang dalam periode ini termasuk
• Tcl/Tk,
• O’Caml,
• Ruby,
• Phyton 3.1,
• Java 6 JDK, JED, Java Beans, J2ME
• Microsoft Visual Net (VB Net, C++ Net, ASP NET) 2008
• Java Scrip Template oleh Mambo, PhpNuke, Jomla
Untuk melihat sejarah perkembangannya silakan klik dan download file dibawah ini (megadata-lang.pdf), jika anda tidak dapat membuka file ini maka coba periksa pada folder \mydocument\downloads untuk sistem operasi windows
megadata-lang
Setelah berbasis objek dan Visual kedepannya Konsep pemrograman akan menuju ke konsep berbasis proses…

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Yang Menyentuh Hati

AKU
Karya: Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Derai-derai Cemara
Karya: Chairil Anwar
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Tuti Artic
Karya: Chairil Anwar
Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
adikku yang lagi keenakan menjilat es artic;
sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca cola
isteriku dalam latihan; kita hentikan jam berdetik.
Kau pintar benar bercium, ada goresan tinggal terasa
-ketika kita bersepeda kuantar kau pulang -
panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
mimpi tua bangka ke langit lagi menjulang.
Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali bertukar;
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar.
Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi… hati terlantar
,

Lagu Siul
Karya: Chairil Anwar
Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu
Heran! Ini badan yang selama berjaga

Tak Sepadan
Karya: Chairil Anwar
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak saru juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar.

Cintaku Jauh di Pulau
Karya: Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.


Sajak Putih
Karya: Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Prajurit Jaga Malam
Karya: Chairil Anwar
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!


Cintaku Jauh di Pulau
Karya: Chairil Anwar
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.


Yang Terampas Dan Yang Terputus
Karya: Chairil Anwar
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.

Rumahku
Karya: Chairil Anwar
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu

Senja Di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Malam
Karya: Chairil Anwar
Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
Thermopylae?
jagal tidak dikenal?
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Malam Di Pegunungan
Karya: Chairil Anwar
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

Krawang – Bekasi
Karya: Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Hampa
Karya: Chairil Anwar
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

Doa
Karya: Chairil Anwar
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cahyaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Karya: Chairil Anwar
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943

Diponegoro
Karya: Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU
Karya: Chairil Anwar
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang