Minggu, 28 April 2019

Artificial Intelligence

Pengertian Artificial Intelligence 

Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau kecerdasan buatan bisa dipahami sebagai sebuah perangkat komputer yang mampu memahami lingkungan di sekitarnya, sekaligus memberikan respons yang sesuai dengan tujuan tindakannya tersebut. Dalam hal ini, Minsky memberikan pengertian yang hampir sama. Menurutnya, kecerdasan buatan adalah satu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan atau memproduksi tindakan sama seperti yang dilakukan manusia.

Melihat dua pengertian di atas, bisa disimpulkan jika Artificial Intelligence adalah satu ilmu untuk merancang, membangun, dan mengonstruksi satu mesin (komputer) atau program komputer hingga memiliki kecerdasan layaknya manusia. Kecerdasan dalam hal ini adalah kemampuan untuk mengambil tindakan, atau menyelesaikan masalah layaknya manusia menggunakan kecerdasannya.

Lingkup penelitian Artificial Intelligence meliputi banyak aspek kemampuan kecerdasan manusia seperti penalaran, pengetahuan, perencanaan, pembelajaran, pemrosesan bahasa alami, hingga kemampuan untuk memanipulasi objek. Akhirnya, Artificial Intelligence diharapkan bisa menjadi sebuah mesin yang benar-benar memiliki kecerdasan umum layaknya manusia.

Sejarah AI (Artificial Intelligence) 

Program kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence pertama kali di bangun pada tahun 1951, pada tahun itu merupakan masa-masa periode penciptaan Artificial Intelligence. Pada saat itu program Artificial Intelligence pertama kali di ciptakan untuk menjalankan sebuah mesin bernama Ferranti Mark 1. Proses penciptaan itu di lakukan di University of Manchester.

Kemudian pengembangan Artificial Intelligence berlanjut pada program yang di tulis oleh Christopher Strachey untuk menjalankan sebuah permainan catur, dimana papan permainan catur itu dapat berjalan otomatis dan mampu bermain melawan manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya sendiri.

Kemudian pada tahun 1956 di konferensi pertamanya John McCharthy membuat istilah “Kecerdasan Buatan” atau Artificial Intelligence untuk konsep algoritma teknologi ini. Selain itu dia juga menciptkan bahasa pemrogramman Lips, yang kemudian algoritma kecerdasan buatan kembali di kembangkan oleh Alan Turing seorang pakar kecerdasan buatan yang namanya tetap harus sampai sekarang.
Alan Turing memperkenalkan sebuah metode untuk mengoperasikan test perilaku cerdas yang ia beri nama ‘Turing Tes’. Itulah sejarah awal bagaimana kecerdasan buatan di ciptakan dan mengalami perkembangan luar biasa sampai saat ini.



Dampak Positif Artificial Intelligence:
  • Meningkatkan produktivitas pekerjaan 
  • Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.
  • Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
  • Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. 

Dampak Negatif Aritificial Intelligence: 

  • Sempitnya Lapangan pekerjaan bagi manusia. 
  • Bisa digunakan sebagai mesin pembunuh untuk manusia. 
  • Penipuan Online